Senin, 03 Agustus 2015

Mantan Kekasih

Kenapa kau hadir lagi
Padahal diriku sudah bahagia
Tanpamu, aku bisa tersenyum manis
Menari dan berlari sesuka hati
Meski itu ku lakukan sendiri

Kenapa kau bertanya lagi
Padahal dirimu sudah terlupakan
Tanpamu, aku bisa melakukan segalanya
Kau bukan lagi alarm pengingat waktu
Bukan lagi penggetar hati

Kenapa kau menyapa ku lagi
Padahal dirimu yang memutuskan untuk pergi
Tanpamu, aku tetap menjadi diriku sendiri
Meski pernah kau banjiri duka dalam hati
Tapi bukan berarti aku mati

Duhai Mantan Kekasih
Jangan datang lagi
Karena senja akan berganti malam
Saat itu aku akan bercinta dengan rembulan
Dan bintang yang menjadi saksinya

Tak perlu merisaukan diriku
Karena esok masih ada mentari yang menantiku
Bahkan dibalik jendela, embun pagi menungguku
Dengan suka cita menyambut asa yang baru
Dan karena Tuhan tahu siapa yang tepat untukku

R. Leikawa
Ambon-Waeheru, 3 Agustus 2015
 21.00 WIT

Rabu, 01 Juli 2015

Aku Pun Mulai Malu

Malu pada tanah yang selalu diinjak
Namun tak pernah mengeluh kesakitan
Sedang aku selalu merasa kekurangan dan hina
Padahal aku sudah diberi tempat yang layak

Malu pada awan putih
Bersih tanpa noda
Sedang aku selalu mengotori hati ini
Padahal Tuhan telah berfirman untuk menjaga hati

Malu pada laut yang kaya isinya
Luas terbentang dimuka bumi
Sedang aku selalu menyombongkan diri
Padahal ilmu ku tak sebanding air laut beserta isinya

Malu pada bintang dan matahari
Yang selalu bersinar terang
Sedang aku merasa paling hebat
Padahal aku belum menyinari rumah piatu yang gelap

Dan Aku pun mulai malu
Pada gunung, hutang, dan air
Pada pelangi, senja, dan fajar
Pada tetesan embun, dan debu

Bahwa semuanya memiliki kharisma
Namun mereka hanya diam dalam pesona yang menakjubkan
Sedang aku masih sibuk mengurus diriku
Yang tak pernah puas dan lupa

Padahal Tuhan sudah memberi tanda
Pada setiap bentuk yang ada dibumi
Lantas nikmat apa lagi
Yang harus aku pertanyakan?

Sungguh, Aku pun mulai malu…!!

R. Leikawa
Ambon, 1 Juli 2015

Selasa, 31 Maret 2015

Silaturrahmi Dengan Batin



Karena tak pernah bertemu, bersua dan melepas tawa
Karena tak bisa menyentuh dan memeluk
Jadilah rindu yang membara
Keinginan untuk menyapa seperti ingin mencakar rambut

Apa tempo hati bisa riang kembali?
Sedangkan waktu belum menjawab
Apa harus membongkar tembok?
Sedangkan besi yang jadi dinding pemisah

Duhai kekasih yang sendiri dikesunyian sana
Meski raga tak bisa bersua
Coba rasakan yang ada dihati
Barangkali renungan kita sama

Karena hati begitu merindu, jiwa akan terhimpun
Bersatu walau tak nampak, hanya kita yang rasa
Dan aku akan datang penuhi keinginan itu
Walau sebatas silaturrahmi dengan batin

R. Leikawa
Morella, 31 Maret 2015
14.00 WIT

Jumat, 20 Maret 2015

Karena Kita Tak Bersalah



Karena Kita Tak Bersalah

Kau tak bersalah
Karena kau bebas merdeka
Kau tak berkhianat
Karena kau pantas memilih

Jika sudah rasakan arti merdeka
Jangan lupa pertahankan niat di hati
Jikalah yakin dengan pilihan
Jangan lupa sujud syukur

Kau yang telah  merdeka
Ku akui kemenanganmu
Kau yang telah memilih
Ku pasrahkan padaNYA

Jika suatu saat ku hilang  dari penglihatan
Jangan kau cari lagi kemana bayanganku
Jika suara tak terdengar disudut rumah
Jangan kau tanya kemana daku berada

Karena aku yang kalah,
Telah menangkan hasratku
Karena aku bukan pilihan,
Akan jadi pilihan yang lain

Karena kita yang pernah memiliki
Jangan lagi terulang rasa
Karena Kita tak bersalah
Cinta itu perlu restu dariNYA

R. Leikawa
Waeheru, Maret 2015
01.45 WIT

Seharusnya



Seharusnya kau datang
Karena aku menunggumu
Seharusnya kau bicara
Karena aku ingin mendengarnya

Seharusnya kau tak perlu berjanji
Jika itu membuatmu lupa
Seharusnya kau tak perlu berikrar
Jika pada akhirnya kau berkhianat

Seharusnya..
Aku tak perlu menunggu
Percaya dan berharap
Mendengar dan melihat

Jika itu hanya mimpi
Seharusnya hati ini lebih dulu berpaling
Seharusnya sejak dulu langkah ini meninggalkanmu
Seharusnya waktu kita tak pernah bersua

R. Leikawa
Waeheru, 22 Februari 2014
12.19 WIT

Kamis, 14 Agustus 2014

Irama

Ini Irama ku
Itu Irama mu
Irama kita berbeda
Jika disatukan akan Indah hasilnya

Irama kiri dan kanan
Jika diluruskan
Akan terasa Bersatu

Irama diatas
Irama dibawah
Jika tepat ditengah
Semua bisa menikmatinya

Mari menari, bernyanyi..
Dengan Irama Hati
Karena hati yang ber-Irama
Selalu setia

Mari Langkahkan kaki
Dengan Irama
Karena kaki yang ber-Irama
Selalu  tepat

R. Leikawa
Waeheru, 13 Agustus 2014
20.55 WIT

Senin, 30 Juni 2014

Jika Datang Bulan Baru

Maka datanglah Tanggal Baru.. Tak semua orang bersuka cita
Namun semoga ada harapan untuk bernafas lagi...
Maka tibalah Bulan baru, Tak  semua orang punya impian baru..
Karena sebagian dari mereka, masih ingin larut dengan kenangan lama

Dan pada suatu hari nanti
Jasad kita tak akan ada lagi
Suara kita tak terdengar lagi
Impian pun tak ada

Cuma Karya yang kita tinggalkan
Cuma Kenangan yang kita sisakan

Jika, datang Tanggal baru,, sambut dia dengan kebahagiaan
buat rencana, buat target masa depan
Jika datang Bulan baru, sambut dia dengan harapan baru
karena kemarin tlah terlewati dengan warna yang berbeda

Ukir sejarah hidup kita masing-masing dengan tinta prestasi
Berbuat kebaikan, bermanfaat untuk orang lain dan terus berkarya
Agar dunia tahu bahwa kita pernah hidup


R. Leikawa
Ambon, 1 Juli 2014
07.30 WIT