Sabtu, 28 Juni 2014

Rindu Itu Menyakitkan

Merindumu sama saja membunuhku secara perlahan
Sakit hingga terasa ke tulang
Jemari terasa kaku
Mata menangis, tak terhitung
Hati seperti teriris
Panas sekujur tubuh

Merindumu adalah penyakit untukku
Yang tak ada obatnya
Sudah ku cari ke semua penjuru
Namun sakitnya merindu tak terobati
Jarak, waktu, dan ruang
tidak pernah berpihak pada kita
Pertemuan yang tak pernah di ridhohi

Rindu itu sakit
Engkau dimana?
Aku dimana?
Tapi begitu besar hati ini memposisikanmu begitu istimewa
Dan kau tak pernah tahu itu
Karena bagimu telah usai Jalinan kasih

Rindu itu perih
Karena hanya aku yang rasakan
Seperti ada yang mengiris hati
Air mata tak dapat terbendungkan
Mengalir tak terhalangi

Rindu itu Menyakitkan
Saat rasa yang tak bisa diucapkan
Dan hanya disimpan dalam hati
Sendiri terlewati diatas harapan

Apakah ini bentuk penguatan jiwa?
Ataukah proses menyabarkan Hati?
Entahlah
Yang ku tahu rindu itu menyakitkan
Sakit sekali

R. Leikawa
Ambon 20 Juni 2014
23. 50 WIT

1 komentar: