Merindumu sama saja membunuhku secara perlahan
Sakit hingga terasa ke tulang
Jemari terasa kaku
Mata menangis, tak terhitung
Hati seperti teriris
Panas sekujur tubuh
Merindumu adalah penyakit untukku
Yang tak ada obatnya
Sudah ku cari ke semua penjuru
Namun sakitnya merindu tak terobati
Jarak, waktu, dan ruang
tidak pernah berpihak pada kita
Pertemuan yang tak pernah di ridhohi
Rindu itu sakit
Engkau dimana?
Aku dimana?
Tapi begitu besar hati ini memposisikanmu begitu istimewa
Dan kau tak pernah tahu itu
Karena bagimu telah usai Jalinan kasih
Rindu itu perih
Karena hanya aku yang rasakan
Seperti ada yang mengiris hati
Air mata tak dapat terbendungkan
Mengalir tak terhalangi
Rindu itu Menyakitkan
Saat rasa yang tak bisa diucapkan
Dan hanya disimpan dalam hati
Sendiri terlewati diatas harapan
Apakah ini bentuk penguatan jiwa?
Ataukah proses menyabarkan Hati?
Entahlah
Yang ku tahu rindu itu menyakitkan
Sakit sekali
R. Leikawa
Ambon 20 Juni 2014
23. 50 WIT
Kawin sudah biar tidak sakit lagi dengan Kerinduan Mu
BalasHapus